asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRUSDT0.12752+0.00786 ( +6.57% )
BTCUSDT66,612.0-332.04 ( -0.5% )
DOGEUSDT0.09041-0.00219 ( -2.37% )
ETHUSDT1,990.5-37.83 ( -1.87% )
NOMUSDT0.00246+0.00004 ( +1.65% )
PENGUUSDT0.006274-0.000316 ( -4.8% )
SOLUSDT81.94-1.63 ( -1.95% )
TRXUSDT0.3187+0.0019 ( +0.6% )
XRPUSDT1.3272-0.0236 ( -1.75% )
Powered by
News

Analisis JPMorgan: Bitcoin Lebih Resilien dari Emas Saat Krisis Geopolitik

User
March 27, 2026 | 07:06 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 27, 2026 | 07:06 WIB
Analisis JPMorgan: Bitcoin Lebih Resilien dari Emas Saat Krisis Geopolitik

​Raksasa perbankan investasi JPMorgan menyebut Bitcoin (BTC) menunjukkan tren pemulihan yang lebih tangguh dibandingkan aset safe-haven tradisional seperti emas dan perak. Dalam laporan terbarunya pada Kamis (26/3) waktu setempat, analis JPMorgan mengungkapkan bahwa meskipun ketegangan geopolitik meningkat dan volatilitas harga minyak melonjak, Bitcoin mampu mempertahankan rentang harga stabil di angka $60.000 hingga $70.000.

​Analis JPMorgan mencatat bahwa tren pelemahan justru terlihat pada emas yang mengalami outflow dan penurunan likuiditas. Sebaliknya, Bitcoin menunjukkan karakteristik sebagai aset store of value yang semakin matang. Meski sempat mengalami tekanan jual di awal krisis layaknya aset makro yang volatil, Bitcoin cenderung segera mendapat dukungan beli dari para investor jangka panjang begitu kekhawatiran market mulai mereda.

​Ketangguhan ini memberikan sinyal kuat bagi market global bahwa narasi Bitcoin sebagai pengganti peran emas dalam portofolio digital mulai terbukti secara struktural. Dengan dominasi market yang tetap kokoh, konsolidasi harga di atas level psikologis $60.000 ini dianggap sebagai fondasi penting bagi masuknya modal institusional yang lebih besar di tahun 2026, mempertegas peran BTC sebagai benteng pertahanan utama di tengah ketidakpastian ekonomi dunia

Copiedbagikan