


Jumlah investor aset kripto di Korea Selatan resmi melampaui 11,13 juta orang pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data Komisi Layanan Finansial (FSC) yang dirilis Minggu (10/5), angka ini meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan catatan akhir 2021 yang sebesar 5,58 juta pengguna. Meski secara kumulatif melonjak, laju pertumbuhan pengguna baru di bursa domestik tercatat melambat drastis menjadi hanya 3% pada periode terakhir.
​Data tersebut menunjukkan adanya penurunan minat dibandingkan pertumbuhan pengguna pada semester pertama 2024 yang sempat menyentuh angka 21%. Perlambatan ini terjadi di tengah performa market kripto yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan bursa saham dan komoditas. Selain itu, ketergantungan bursa lokal pada perdagangan spot disebut menjadi faktor penghambat masuknya modal baru ke dalam ekosistem.
​Di sisi lain, bursa besar seperti Upbit dan Bithumb justru terus menambah jumlah karyawan hingga total 1.334 orang guna mendukung perluasan basis industri. Langkah ekspansi tenaga kerja ini dilakukan untuk memperkuat operasional seiring dengan integrasi aset digital ke dalam sistem keuangan arus utama. Saat ini, tantangan utama bagi industri kripto Korea Selatan adalah menjaga likuiditas di tengah tren pertumbuhan partisipan baru yang kian mendatar.