


​Sebuah video wawancara lama milik Michael Saylor kembali beredar luas di media sosial seiring dengan penurunan tajam saham preferen Strategy Inc (STRC). Dalam wawancara eksklusif bersama CoinDesk yang diambil pada 19 Desember 2025 lalu tersebut, Saylor mengakui bahwa dirinya mendesain struktur saham preferen itu menggunakan bantuan ChatGPT. Saham bernama "Stretch" yang dirancang agar stabil di angka $100 ini pada perdagangan Kamis, 18 Juni sempat jatuh ke level $83, sebelum akhirnya bergerak ke level $88 saat artikel ini diterbitkan.
​Penurunan harga ini berdampak langsung pada terhentinya mesin utama Strategy Inc dalam menghimpun Bitcoin. Mekanismenya cukup sederhana; ketika harga STRC berada di atas $100, perusahaan akan menerbitkan saham baru untuk mendapatkan dana segar guna memborong Bitcoin. Namun, begitu harga saham jatuh di bawah $100 seperti saat ini, proses penerbitan saham otomatis berhenti sehingga modal untuk membeli Bitcoin seketika kering di tengah beban tagihan dividen sebesar $1,7 miliar.
​Kondisi likuiditas tersebut akhirnya memicu spekulasi pasar bahwa Strategy berpotensi menjual cadangan Bitcoin milik mereka demi menutupi kewajiban dividen. Langkah tersebut dinilai menjadi jalan keluar yang paling realistis jika rasio nilai perusahaan terus merosot akibat tren melemahnya harga Bitcoin yang saat ini berada di kisaran $63.000 dan ikut menekan posisi instrumen saham preferen buatan AI tersebut.