


​Michael Saylor secara resmi menuliskan alasan mengapa ia menolak proposal BIP-110 dalam sebuah artikel di X pada 19 Juli. Ia menegaskan bahwa ekosistem Bitcoin membutuhkan netralitas aturan, bukan intervensi yang mendikte validitas transaksi berdasarkan penilaian subjektif. Mengkritik pendekatan soft fork yang memblokir data non-keuangan, Saylor menilai langkah tersebut mengkhianati prinsip dasar permissionless dalam Bitcoin. "Many Bitcoiners I respect support BIP 110. I understand and share their desire to protect Bitcoin, but believe the proposed cure is more dangerous than the condition. Here are 110 reasons why Bitcoin needs guardians of neutrality," tulisnya.
​Ia menuliskan bahwa, dari kacamata teknis, mekanisme aktivasi BIP-110 dinilai memiliki risiko tinggi karena memangkas ambang batas persetujuan miner menjadi hanya 55%, jauh di bawah standar 95% yang umumnya digunakan pada BIP 9. Memaksakan tujuh pembatasan konsensus baru sekaligus dengan tingkat persetujuan marjinal berpotensi besar memicu chain split. Selain itu, proposal ini menonaktifkan jalur pembaruan Taproot, seperti Taproot annex dan OP_SUCCESSx. Pemblokiran fungsi ini diproyeksikan akan menghambat inovasi di masa depan, termasuk pengembangan smart contract tingkat lanjut dan ekosistem Layer-2 seperti BitVM.
​Sebagai alternatif dari perombakan base layer secara radikal, komunitas bitcoiner disarankan untuk mengandalkan mekanisme pasar yang sudah teruji, yaitu fee market dan batas block weight. Memasukkan penilaian subjektif ke dalam kode konsensus berisiko menciptakan preseden politik yang mengancam tata kelola desentralisasi Bitcoin di masa depan. Jika sebagian entitas mengklasifikasikan data tertentu sebagai spam, penyaringan dapat dilakukan secara independen melalui kebijakan relay node atau mining pool masing-masing, tanpa perlu memaksakan aturan pelarangan sepihak yang mengorbankan stabilitas jaringan.