

.png)
.png)

Microsoft mendapatkan kontrak jumbo senilai $9,7 miliar dari United States Department of Defense atau Pentagon untuk konsolidasi lisensi perangkat lunak di lingkungan militer dan badan intelijen Amerika Serikat.
Kesepakatan tersebut mencakup penyatuan sistem lisensi software yang digunakan berbagai cabang militer AS serta lembaga intelijen dalam satu infrastruktur terintegrasi.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, keamanan siber, serta standarisasi penggunaan teknologi di seluruh jaringan pertahanan Amerika Serikat.
Kontrak bernilai hampir $10 miliar tersebut menjadi salah satu proyek teknologi pemerintah terbesar yang pernah diperoleh Microsoft dalam sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Analis menilai kerja sama ini semakin memperkuat posisi Microsoft sebagai mitra utama pemerintah AS dalam pengembangan infrastruktur cloud, AI, keamanan siber, dan sistem digital pemerintahan.
Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Amazon, dan Google memang semakin agresif berebut proyek teknologi militer dan cloud pemerintah bernilai miliaran dolar.
Selain memperkuat pendapatan perusahaan, kontrak semacam ini juga dianggap strategis karena meningkatkan dominasi teknologi Amerika Serikat dalam sektor pertahanan modern dan pengolahan data intelijen.