Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC telah mengirimkan proposal perombakan aturan kustodian aset kripto ke Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) Gedung Putih pada Selasa (25/8). Melansir laporan Bloomberg, inisiatif regulasi baru ini diajukan untuk memperjelas kerangka penyimpanan aset digital bagi penasihat investasi dan perusahaan pengelola dana, sekaligus menghapus sejumlah aturan lama yang dinilai telah usang seiring perkembangan industri.
​Draf aturan yang diamandemen melalui Investment Advisers Act 1940 dan Investment Company Act 1940 ini disiapkan guna memberikan panduan hukum yang pasti bagi manajer investasi. Regulasi ini secara khusus dirancang untuk menjawab kebingungan industri terkait mekanisme penyimpanan aset digital yang bergantung pada sistem private key dan infrastruktur on-chain, serta mempertegas kriteria lembaga yang dapat bertindak sebagai kustodian resmi (qualified custodian).
​Langkah di bawah arahan Ketua SEC Paul Atkins ini menandai pendekatan regulasi baru yang lebih adaptif terhadap ekosistem Web3, menggantikan rancangan Safeguarding Rule era Gary Gensler yang telah ditarik pada Juni 2025. SEC memilih mempercepat reformasi aturan teknis melalui kewenangan internalnya tanpa harus menunggu kelanjutan pembahasan RUU Clarity Act yang masih terhambat di Senat AS.
​Rincian pasal lengkap dari draf regulasi ini belum dipublikasikan ke publik karena masih menunggu proses review dari OMB Gedung Putih. Setelah dokumen tersebut dikembalikan, tiga komisioner SEC akan menggelar pemungutan suara resmi untuk merilis draf ke publik dan membuka periode uji serta konsultasi publik (public comment) selama minimal 60 hari sebelum aturan disahkan secara final.



