


Harapan akan berakhirnya konflik di Timur Tengah kembali menemui jalan terjal setelah Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Iran. Berbicara kepada media pada Minggu (3/5), Trump mengonfirmasi bahwa ia telah menerima dokumen tersebut melalui mediator Pakistan, namun ia menilai tawaran Teheran saat ini tidak cukup baik bagi kepentingan Amerika Serikat.
Trump menegaskan bahwa pembicaraan di Islamabad masih dalam kondisi stagnan karena Iran mengajukan syarat-syarat yang dianggapnya mustahil untuk disetujui. Melansir dari Al Arabiya, Trump menyampaikan kepada Otoritas Penyiaran Israel bahwa ia sudah mempelajari proposal tersebut dan merasa poin-poin yang diajukan tidak menguntungkan posisi AS. Meski begitu, ia menambahkan bahwa tim penasihat keamanannya masih akan mempelajari detail proposal tersebut secara menyeluruh sebelum mengambil langkah formal berikutnya.
Situasi kian tegang menyusul laporan bahwa Iran tetap memblokir pembahasan teknologi nuklir dalam negosiasi ini atas instruksi Pemimpin Tertinggi Iran. Di sisi lain, sumber media Israel menyebutkan militer mereka tetap dalam status siaga tinggi untuk melanjutkan operasi militer jika diplomasi benar-benar buntu.