asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT74,264.0-1288.93 ( -1.71% )
BTTCUSDT0.00000032-0.00000001 ( -3.03% )
ENJUSDT0.05971-0.00494 ( -7.64% )
ETHUSDT2,270.06-62.73 ( -2.69% )
GUNUSDT0.02253+0.00774 ( +52.33% )
HIGHUSDT0.366+0.116 ( +46.4% )
ONEUSDT0.00217-0.00005 ( -2.25% )
SOLUSDT83.87-1.62 ( -1.9% )
SPKUSDT0.027876+0.004392 ( +18.7% )
Powered by
News

Otoritas Moneter Singapura Minta Bank Perkuat Keamanan Siber Untuk Antisipasi Risiko AI Baru

User
April 20, 2026 | 12:10 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
April 20, 2026 | 12:10 WIB
Otoritas Moneter Singapura Minta Bank Perkuat Keamanan Siber Untuk Antisipasi Risiko AI Baru

Monetary Authority of Singapore mendorong perbankan untuk meningkatkan pertahanan siber di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran model AI baru di kawasan Asia.

Dalam peringatan terbarunya, otoritas tersebut menyoroti potensi risiko dari model AI Mythos AI model yang dikembangkan oleh Anthropic. Teknologi ini dinilai memiliki kemampuan canggih yang, jika disalahgunakan, dapat meningkatkan ancaman keamanan digital, termasuk serangan berbasis rekayasa sosial dan eksploitasi sistem.

Regulator melihat bahwa adopsi AI yang semakin cepat di sektor keuangan harus diimbangi dengan kesiapan sistem keamanan yang lebih kuat. Bank diminta untuk tidak hanya fokus pada inovasi, tetapi juga memastikan adanya perlindungan terhadap potensi celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Peringatan ini muncul di tengah tren meningkatnya penggunaan AI dalam operasional finansial, mulai dari analisis risiko hingga layanan pelanggan. Namun, di sisi lain, teknologi yang sama juga membuka peluang baru bagi pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan yang lebih kompleks dan sulit dideteksi.

Dengan meningkatnya tekanan global terhadap keamanan digital, langkah proaktif dari otoritas Singapura ini menjadi sinyal bahwa regulasi terhadap AI dan sistem keuangan akan semakin diperketat, terutama di kawasan Asia yang tengah mengalami percepatan adopsi teknologi.

Copiedbagikan