asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.0805-0.10789 ( -57.27% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,777.4+507.73 ( +0.79% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01572+0.00021 ( +1.35% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.576-0.191 ( -6.9% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,922.19+16.62 ( +0.87% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT53.301-1.94 ( -3.52% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000276+0.00000001 ( +0.36% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.19+0.59 ( +0.8% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.08+0.0039 ( +0.36% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Parodikan Sektor RWA, Protokol NFT Gacha Fake World Assets Curi Atensi Komunitas Kripto

User
July 29, 2026 | 23:54 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 29, 2026 | 23:54 WIB
Parodikan Sektor RWA, Protokol NFT Gacha Fake World Assets Curi Atensi Komunitas Kripto

​Tren gacha berbasis NFT kembali bergairah. Protokol baru di jaringan Ethereum, Fake World Assets (FWA), mencatatkan lonjakan aktivitas dan pendapatan yang signifikan usai meluncurkan ulang layanannya pada 20 Juli lalu.

​Uniknya, proyek FWA tidak didanai oleh investor besar, melainkan dibangun secara mandiri oleh dua developer independen bernama Adam dan Teto melalui tim bernama Token Works. Nama "Fake World Assets" sendiri dipakai sebagai bentuk satir terhadap tren aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) yang populer di industri kripto.

​Sistem protokol ini beroperasi mirip seperti mesin gacha digital. Pemilik NFT bertindak sebagai penyedia aset sekaligus menyetorkan dana pendamping dalam bentuk ETH. Modal pendamping ini berfungsi menentukan tingkat peluang terpilihnya NFT di dalam mesin undian, sekaligus menjadi jaminan dana jika pemilik awal ingin membeli kembali NFT milik mereka.

​Pengguna yang ingin berpartisipasi cukup membayar biaya akuisisi standar untuk mendapatkan satu NFT secara acak. Setelah penarikan, pengguna yang memperoleh NFT memiliki opsi untuk mempertahankan aset tersebut atau langsung menjual kembali untuk memperoleh mayoritas dana pendamping ETH (maupun dialihkan ke token FWA). Atas penyediaan likuiditas ini, pemilik NFT memperoleh bagian dari biaya transaksi yang masuk ke protokol.

​Mekanisme tersebut sukses menyedot perhatian pasar. Data on-chain dari  DefiLlama menunjukkan FWA sempat mengantongi pendapatan hingga $447.604 (sekitar Rp7,2 miliar) hanya dalam satu hari pada puncak aktivitasnya, Sabtu (25/7). Capaian tersebut bahkan sempat menggeser dominasi Collector Crypt, platform gacha serupa yang beroperasi di jaringan Solana.

​Meski antusiasme awal mulai mereda, FWA masih bertahan di peringkat kedua sebagai platform dengan pendapatan terbesar di jaringan Ethereum dalam 24 jam terakhir, yakni mencapai $167.869 (sekitar Rp2,7 miliar). Angka ini menempatkan FWA tepat di bawah protokol Sky dan berhasil melampaui pendapatan harian raksasa decentralized finance (DeFi) seperti Aave dan Uniswap.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan