


Standard Chartered resmi merilis laporan riset terbarunya untuk Chainlink pada Senin (10/8), dengan menetapkan target harga $200 pada token LINK untuk akhir 2030. Proyeksi ini mencerminkan potensi kenaikan hingga 25 kali lipat dari harga saat ini yang berada di kisaran $8. Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyebut Chainlink sebagai satu-satunya platform komprehensif yang mampu menopang seluruh siklus hidup aset ter-tokenisasi.
​Proyeksi optimis ini didorong oleh perkiraan lonjakan nilai aset ter-tokenisasi di blockchain yang bakal menembus $4 triliun pada akhir 2028, naik signifikan dari $340 miliar saat ini. Pertumbuhan pesat tersebut meningkatkan kebutuhan akan data eksternal tepercaya, transfer data antar-jaringan, dan kepatuhan regulasi. Peran vital ini dipimpin oleh jaringan oracle Chainlink yang kini mengamankan lebih dari 70% pasar DeFi global serta bermitra dengan institusi keuangan kelas dunia seperti Swift, DTCC, Euroclear, JPMorgan, hingga Mastercard.
​Standard Chartered memproyeksikan pendapatan biaya (fee) Chainlink tumbuh 25 kali lipat hingga 2030 seiring meningkatnya adopsi Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) dan layanan oracle miliknya. Meski demikian, Kendrick memberikan catatan risiko yang dapat menahan laju LINK, seperti lambatnya adopsi tokenisasi dari lembaga keuangan tradisional, persaingan dari penyedia data spesifik, hingga potensi gangguan teknis pada sistem jaringan.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.