


Gubernur The Fed, Nellie Liang, menyatakan bahwa meluasnya adopsi stablecoin justru berpotensi memperkokoh dominasi dolar AS dalam sistem keuangan global. Dalam pernyataannya pada Rabu (14/1), Liang menepis kekhawatiran umum bahwa aset kripto akan menggerus mata uang fiat. Sebaliknya, ia melihat stablecoin sebagai instrumen strategis yang dapat memperluas jangkauan pengaruh dolar di berbagai yurisdiksi internasional.
Liang menjelaskan bahwa sebagian besar stablecoin yang beredar di market saat ini memiliki nilai yang dipatok terhadap dolar AS. Hal ini secara efektif menjadikan aset digital tersebut sebagai jalur akses instan bagi masyarakat global untuk memegang dan menggunakan dolar, terutama untuk keperluan pembayaran lintas batas. Dengan demikian, tingginya volume transaksi stablecoin secara otomatis akan menjaga relevansi dan permintaan terhadap dolar AS itu sendiri.
Komentar ini muncul di tengah memanasnya perdebatan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Pandangan Liang mengisyaratkan adanya pergeseran perspektif di kalangan regulator, yang mulai melihat aset digital berbasis dolar bukan lagi sebagai ancaman, melainkan aset bernilai geopolitik. Integrasi stablecoin ke dalam sistem keuangan dinilai krusial untuk mempertahankan hegemoni moneter AS di era ekonomi digital.