asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT79,705.3+924.88 ( +1.17% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,487.32-2.19 ( -0.09% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT83.123+2.42 ( +3.0% )
tether usd iconmee token iconMEEUSDT0.0003543+0.0000626 ( +21.46% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT106.87+5.68 ( +5.61% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.7596+0.0117 ( +1.56% )
tether usd icontac protocol iconTACUSDT0.002903-0.001966 ( -40.38% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04856-0.00375 ( -7.17% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4229+0.0196 ( +1.4% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Pejabat Tinggi UEA Kuasai 49% Saham Bank Kripto Milik Keluarga Trump

User
August 28, 2026 | 06:53 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 28, 2026 | 06:53 WIB
Pejabat Tinggi UEA Kuasai 49% Saham Bank Kripto Milik Keluarga Trump

Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Tahnoon bin Zayed al Nahyan, dilaporkan memegang 49% saham di perusahaan induk perbankan yang dibentuk oleh proyek kripto keluarga Presiden Donald Trump, World Liberty Financial (WLF). Melansir laporan investigasi The Wall Street Journal pada Kamis (27/8) mengungkap bahwa adik Presiden UEA tersebut mengalirkan kepemilikan modalnya bersama sejumlah investor melalui entitas bernama StringZ Holding RSC.

​Entitas tersebut memegang saham minoritas signifikan di WLTC Holdings, induk usaha yang membawahi World Liberty Trust Company. Unit perbankan ini baru saja mengantongi izin bersyarat dari regulator perbankan AS (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) untuk beroperasi sebagai national trust bank. Lisensi tersebut nantinya memungkinkan WLF menerbitkan, mengelola cadangan devisa, dan memfasilitasi penebusan stablecoin USD1 yang kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $4 miliar secara mandiri di bawah pengawasan regulasi federal.

​Keterlibatan tokoh berpengaruh asal Abu Dhabi ini kembali memicu kritik tajam dari anggota parlemen Partai Demokrat terkait potensi konflik kepentingan antara kebijakan luar negeri AS dan bisnis keluarga presiden. Menanggapi laporan tersebut, Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly membantah adanya benturan kepentingan dan menegaskan bahwa Presiden Trump selalu bertindak demi kepentingan publik Amerika Serikat.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan