Penasihat Keamanan Nasional Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Tahnoon bin Zayed al Nahyan, dilaporkan memegang 49% saham di perusahaan induk perbankan yang dibentuk oleh proyek kripto keluarga Presiden Donald Trump, World Liberty Financial (WLF). Melansir laporan investigasi The Wall Street Journal pada Kamis (27/8) mengungkap bahwa adik Presiden UEA tersebut mengalirkan kepemilikan modalnya bersama sejumlah investor melalui entitas bernama StringZ Holding RSC.
​Entitas tersebut memegang saham minoritas signifikan di WLTC Holdings, induk usaha yang membawahi World Liberty Trust Company. Unit perbankan ini baru saja mengantongi izin bersyarat dari regulator perbankan AS (Office of the Comptroller of the Currency/OCC) untuk beroperasi sebagai national trust bank. Lisensi tersebut nantinya memungkinkan WLF menerbitkan, mengelola cadangan devisa, dan memfasilitasi penebusan stablecoin USD1 yang kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $4 miliar secara mandiri di bawah pengawasan regulasi federal.
​Keterlibatan tokoh berpengaruh asal Abu Dhabi ini kembali memicu kritik tajam dari anggota parlemen Partai Demokrat terkait potensi konflik kepentingan antara kebijakan luar negeri AS dan bisnis keluarga presiden. Menanggapi laporan tersebut, Deputi Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly membantah adanya benturan kepentingan dan menegaskan bahwa Presiden Trump selalu bertindak demi kepentingan publik Amerika Serikat.



