


​Otoritas keamanan gabungan dari Europol dan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) berhasil membongkar jaringan proxy berbahaya bernama "SocksEscort" yang telah menginfeksi ratusan ribu perangkat internet di seluruh dunia. Dalam operasi internasional berkode "Operation Lightning" pada Rabu (11/03), petugas menyita infrastruktur server di tujuh negara serta membekukan aset kripto senilai $3,5 juta atau sekitar Rp59,1 miliar.
Hasil investigasi mengungkap bahwa jaringan ini telah meretas lebih dari 369.000 router rumah dan bisnis kecil di 163 negara, lalu mengubahnya menjadi botnet. Perangkat yang terinfeksi tersebut kemudian disewakan kepada penjahat siber untuk menyamarkan lokasi mereka saat melakukan aksi ilegal, termasuk serangan ransomware dan pembobolan akun bursa kripto. Para penyelidik menemukan bahwa aplikasi SocksEscort menyediakan ribuan jalur akses ilegal yang memungkinkan peretas menembus sistem keamanan perbankan tanpa terdeteksi oleh radar geografis.
​Di Amerika Serikat, tercatat sekitar 2.500 router menjadi korban hingga Februari 2026, dengan kerugian korban mencapai jutaan dolar dari pembobolan akun digital di New York dan Pennsylvania. Direktur Eksekutif Europol, Catherine De Bolle, menegaskan bahwa pembongkaran infrastruktur ini telah memutus urat nadi kejahatan siber skala global yang memanfaatkan celah pada perangkat internet sederhana milik warga. Pihak berwenang pun mengimbau masyarakat untuk segera memperbarui keamanan router mereka guna memutus rantai infeksi malware yang masih tersisa.