

.png)
.png)

Pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, kembali menjadi sorotan setelah laporan terbaru dari New York Magazine mengungkap kehidupan sehari-harinya di penjara serta rencana yang ingin ia jalankan setelah bebas nanti.
SBF, yang saat ini menjalani hukuman penjara selama 25 tahun atas kasus runtuhnya FTX, disebut tengah menulis memoar berseri berjudul Manfred. Pria berusia 34 tahun itu juga dilaporkan mengonsumsi Adderall setiap hari untuk menangani depresi klinis dan ADHD.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah pernyataannya mengenai rencana pasca-penjara. Dalam percakapan dengan sesama narapidana, David Bunevacz, SBF disebut mengatakan bahwa membangun bisnis serius membutuhkan modal awal sekitar $50 juta hingga $100 juta.
Ketika membahas cara memperoleh dana tersebut, SBF dilaporkan berseloroh bahwa ia bisa "membuat koin sendiri" setelah keluar dari penjara dan mengklaim bahwa banyak orang akan berbondong-bondong membeli token tersebut.
Meski demikian, Bunevacz mengaku tidak yakin apakah pernyataan tersebut disampaikan secara serius atau hanya candaan. Ia bahkan menambahkan bahwa kemungkinan besar publik tidak akan langsung berbondong-bondong membeli token yang diterbitkan SBF, meskipun ia tidak menutup kemungkinan hal itu bisa saja terjadi.
Selain itu, laporan tersebut juga mengungkap bahwa SBF secara resmi telah mengajukan permohonan pengampunan presiden kepada pemerintahan Donald Trump pada 8 Juni lalu. Kabar tersebut langsung memicu spekulasi di kalangan komunitas kripto dan pasar prediksi.
Di platform prediction market Polymarket, peluang SBF memperoleh pengampunan presiden dilaporkan melonjak dua kali lipat menjadi sekitar 14% setelah informasi tersebut beredar.
Meski peluang tersebut masih tergolong rendah, perkembangan ini menunjukkan bahwa kasus SBF masih terus menjadi perhatian publik, bahkan lebih dari tiga tahun setelah runtuhnya FTX yang mengguncang industri kripto global.