


​Pendiri Block, Jack Dorsey, resmi mengintegrasikan stablecoin ke dalam ekosistem perusahaannya demi memenuhi permintaan market. Langkah ini diambil Dorsey meskipun ia dikenal sebagai pendukung garis keras Bitcoin. Ia mengakui bahwa integrasi aset digital yang dipatok pada dolar AS ini murni dilakukan untuk merespons kebutuhan pengguna, walaupun secara pribadi ia tidak menyukai ketergantungan pada aset yang masih dikendalikan otoritas terpusat.
​Tingginya minat terhadap stablecoin dipicu oleh volatilitas Bitcoin yang merosot tajam dari level $126.000 ke area $68.000. Pengguna dan merchant kini relatif lebih memilih stablecoin karena menawarkan kecepatan transaksi tanpa risiko hilangnya nilai koin secara drastis dalam jangka pendek. Dorsey menekankan bahwa fenomena ini merupakan realitas adopsi kripto saat ini yang harus diakomodasi oleh perusahaan fintech seperti Block.
​Di sisi lain, Block baru saja melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas 4.000 staf akibat overhiring pada era pandemi. Dorsey menekankan bahwa perusahaan harus bergerak jauh lebih ramping dan efisien untuk menghadapi dinamika market yang terus berubah. Meski kini mulai mengadopsi stablecoin dan melakukan restrukturisasi internal, Dorsey menjamin bahwa Bitcoin tetap menjadi fokus utama dalam visi jangka panjang perusahaan.