asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT68,025.8+824.56 ( +1.23% )
DEGOUSDT0.684+0.275 ( +67.24% )
ETHUSDT2,012.8+62.54 ( +3.21% )
FHEUSDT0.02295+0.00018 ( +0.79% )
MANTRAUSDT0.01788-0.00018 ( -1.0% )
PAXGUSDT5,142.8-35.47 ( -0.69% )
SOLUSDT84.52+1.89 ( +2.29% )
XAUTUSDT5,098.3-47.86 ( -0.93% )
XRPUSDT1.3575+0.0031 ( +0.23% )
Powered by
News

Penuhi Permintaan Market, Jack Dorsey Terpaksa Integrasikan Stablecoin

User
March 9, 2026 | 08:32 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 9, 2026 | 08:32 WIB
Penuhi Permintaan Market, Jack Dorsey Terpaksa Integrasikan Stablecoin

​Pendiri Block, Jack Dorsey, resmi mengintegrasikan stablecoin ke dalam ekosistem perusahaannya demi memenuhi permintaan market. Langkah ini diambil Dorsey meskipun ia dikenal sebagai pendukung garis keras Bitcoin. Ia mengakui bahwa integrasi aset digital yang dipatok pada dolar AS ini murni dilakukan untuk merespons kebutuhan pengguna, walaupun secara pribadi ia tidak menyukai ketergantungan pada aset yang masih dikendalikan otoritas terpusat.

​Tingginya minat terhadap stablecoin dipicu oleh volatilitas Bitcoin yang merosot tajam dari level $126.000 ke area $68.000. Pengguna dan merchant kini relatif lebih memilih stablecoin karena menawarkan kecepatan transaksi tanpa risiko hilangnya nilai koin secara drastis dalam jangka pendek. Dorsey menekankan bahwa fenomena ini merupakan realitas adopsi kripto saat ini yang harus diakomodasi oleh perusahaan fintech seperti Block.

​Di sisi lain, Block baru saja melakukan efisiensi besar-besaran dengan memangkas 4.000 staf akibat overhiring pada era pandemi. Dorsey menekankan bahwa perusahaan harus bergerak jauh lebih ramping dan efisien untuk menghadapi dinamika market yang terus berubah. Meski kini mulai mengadopsi stablecoin dan melakukan restrukturisasi internal, Dorsey menjamin bahwa Bitcoin tetap menjadi fokus utama dalam visi jangka panjang perusahaan.

Copiedbagikan