Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tengah mempertimbangkan inisiatif untuk mempromosikan penggunaan stablecoin berbasis dolar di luar negeri. Melansir laporan investigasi Bloomberg pada Rabu, 23 September 2026, langkah strategis ini diambil guna memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia sekaligus meningkatkan permintaan terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat, US Treasuries.
​Sejumlah sumber yang mengetahui rencana tersebut mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat berencana mendukung proyek stablecoin melalui skema kerja sama ventura bersama sektor swasta. Dalam skema ini, penerbitan stablecoin diwajibkan untuk dijamin sepenuhnya oleh obligasi US Treasury sebagai aset cadangan guna memastikan stabilitas nilainya. Inisiatif ini berpeluang melibatkan Departemen Keuangan, Departemen Luar Negeri, serta US International Development Finance Corporation atau DFC untuk memperluas jangkauan adopsi stablecoin berpatokan dolar di pasar internasional.
​Dukungan pemerintah terhadap aset digital terpatok dolar ini dipandang sebagai langkah nyata untuk mempertahankan hegemoni serta dominasi mata uang Amerika Serikat di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital global. Dengan mendorong penggunaan stablecoin dolar sebagai alat pembayaran lintas negara, pemerintah Amerika Serikat juga secara tidak langsung memperluas basis pembeli obligasi negara yang menjadi aset cadangan penyokong stablecoin tersebut.



