Genius Group Limited, perusahaan edukasi berbasis kecerdasan buatan yang berbasis di Singapura, menargetkan akumulasi Bitcoin senilai $827 juta atau sekitar Rp13,1 triliun hingga tahun 2031. Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari pembentukan dual treasury yang juga mencakup portofolio AI Treasury senilai $800 juta, dengan proyeksi peningkatan total aset perseroan dari $106,6 juta menjadi $2 miliar pada tahun fiskal 2031.
​Guna mendanai rencana permodalan tersebut, Genius Group memanfaatkan fasilitas shelf registration senilai $1,2 miliar yang telah disetujui SEC untuk menerbitkan perpetual preferred stock. Skema saham preferen abadi ini dirancang bersifat non-dilutif agar tidak menggerus kepemilikan para pemegang saham biasa, sembari mendongkrak nilai aset bersih per lembar saham (net asset value per share).
​Langkah agresif ini menandai kembalinya Genius Group ke pasar kripto setelah sebelumnya sempat melikuidasi posisi Bitcoin untuk melunasi utang. Manajemen perseroan memproyeksikan lonjakan nilai aset yang signifikan dengan memanfaatkan momentum siklus empat tahunan Bitcoin serta apresiasi nilai investasi di sektor AI pada perusahaan seperti SpaceX dan Databricks.



