


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengonfirmasi bahwa pemerintahannya akan menggelar babak negosiasi baru dengan Iran pada Senin sore waktu setempat. Langkah diplomasi mendadak ini diambil setelah Gedung Putih meredam opsi militer dan membatalkan rencana serangan berskala besar ke wilayah Iran. Keputusan geopolitik tersebut dipicu oleh desakan intensif dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar yang mendorong AS untuk memprioritaskan jalur dialog demi menghindari ekskalasi konflik terbuka di Selat Hormuz.
​Pernyataan Trump bahwa kesepakatan sudah berada di depan mata langsung memicu reaksi di pasar komoditas global. Harga minyak mentah acuan AS (WTI) meluncur turun ke level $79 per barel, sementara minyak Brent ikut terseret turun ke kisaran $85 per barel. Pelaku pasar merespons cepat sinyal de-eskalasi ini seiring berkurangnya kekhawatiran atas lonjakan harga pasokan minyak global.
​Gedung Putih mengindikasikan bahwa fokus utama perundingan tahap awal hari ini adalah mengamankan komitmen bersama terkait keselamatan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Jika kesepakatan maritim tersebut berhasil dicapai, agenda diplomasi direncanakan bakal langsung berlanjut ke isu sentral mengenai penghentian program denuklirisasi Iran. Potensi meredanya tensi geopolitik ini diproyeksikan bakal menekan tingkat volatilitas di pasar keuangan global sekaligus memberikan sentimen positif bagi pergerakan aset berisiko tinggi.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.