


​Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi perdamaian dengan Iran telah memasuki tahap akhir pada Kamis (21/5). Melansir dari Reuters, Trump memperingatkan akan kembali meluncurkan serangan militer jika Teheran menolak kesepakatan damai. Langkah ini diambil setelah gencatan senjata enam minggu pasca-penangguhan Operation Epic Fury dinilai buntu, karena Iran tetap menuntut pencabutan blokade total, pengembalian aset, serta penarikan pasukan AS dari Selat Hormuz. ​
Situasi memanas lantaran blokade di Selat Hormuz telah melumpuhkan pasokan energi global sejak Februari lalu. Meski Iran mulai melonggarkan jalur bagi negara sekutu dengan mengizinkan dua tanker raksasa China membawa empat juta barel minyak mentah keluar selat, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap mengancam akan melancarkan aksi balasan yang meluas hingga ke luar Timur Tengah jika wilayah mereka kembali diagresi. ​
Ketidakpastian ini terus membayangi pergerakan market komoditas global menjelang pemilu sela AS pada November mendatang. Di tengah fluktuasi geopolitik tersebut, pergerakan market finansial terpantau bergerak variatif pada perdagangan hari ini. Harga Bitcoin terpantau cenderung bergerak stabil di area $77.000, sementara harga minyak justru jatuh ke kisaran $97 per barel akibat perkembangan negosiasi terbaru ini.