asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BROCCOLIUSDT0.0179-0.0013 ( -6.77% )
BTCUSDT89,395.9+1530.61 ( +1.74% )
ETHUSDT3,046.9+62.41 ( +2.09% )
HYPEUSDT24.89-0.87 ( -3.38% )
LIVEUSDT0.00006024+0.00000913 ( +17.86% )
PEPEUSDT0.0000052+0.00000105 ( +25.3% )
SLVONUSDT67.6+2.11 ( +3.22% )
SOLUSDT129.3+4.22 ( +3.37% )
XRPUSDT1.8961+0.0434 ( +2.34% )
Powered by
News

Peter Schiff Sebut Saham Strategy Milik Michael Saylor Akan Masuk Peringkat Terburuk di S&P 500

User
January 2, 2026 | 13:07 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
January 2, 2026 | 13:07 WIB
Peter Schiff Sebut Saham Strategy Milik Michael Saylor Akan Masuk Peringkat Terburuk di S&P 500

Ekonom sekaligus pengkritik Bitcoin, Peter Schiff, kembali melontarkan kritik tajam terhadap perusahaan Strategy dan pendekatan investasinya yang sangat agresif terhadap Bitcoin. Melalui unggahan di media sosial, Schiff menyatakan bahwa Strategy sebenarnya tidak termasuk dalam indeks S&P 500. Namun, jika perusahaan tersebut masuk ke dalam indeks tersebut, penurunan sahamnya sebesar 47,5 persen sepanjang 2025 akan menempatkannya sebagai saham dengan kinerja terburuk keenam di S&P 500.

Schiff menyoroti pernyataan Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, yang sebelumnya mengatakan bahwa hal terbaik yang dapat dilakukan sebuah perusahaan adalah membeli Bitcoin. Menurut Schiff, strategi utama Strategy yang berfokus pada akumulasi Bitcoin justru mencerminkan pendekatan berisiko tinggi yang tidak selaras dengan prinsip penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Dalam kritiknya, Schiff berpendapat bahwa meskipun strategi Bitcoin Saylor kerap dipuji oleh komunitas kripto, dampaknya terhadap kinerja saham perusahaan justru negatif. Ia menilai penurunan tajam harga saham Strategy sepanjang 2025 menjadi bukti bahwa pendekatan tersebut telah menggerus nilai pemegang saham, terutama bagi investor yang mengharapkan stabilitas dan pertumbuhan berbasis operasional bisnis.

Pernyataan ini kembali memanaskan perdebatan lama antara pendukung Bitcoin dan pihak yang skeptis terhadap adopsi Bitcoin di neraca perusahaan. Di satu sisi, Saylor dan pendukungnya melihat Bitcoin sebagai aset lindung nilai jangka panjang. Di sisi lain, kritikus seperti Schiff menilai volatilitas tinggi Bitcoin justru membawa risiko besar bagi perusahaan publik dan investornya.

Perdebatan ini mencerminkan ketegangan yang masih berlangsung di pasar keuangan global, terkait sejauh mana perusahaan seharusnya mengekspos neracanya pada aset kripto, terutama di tengah fluktuasi pasar dan tekanan kinerja saham.

Copiedbagikan