asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BANKUSDT0.25028+0.03657 ( +17.11% )
BTCUSDT65,054.1-876.88 ( -1.33% )
DEXEUSDT2.193-2.328 ( -51.49% )
ETHUSDT1,884.07-45.03 ( -2.33% )
HYPEUSDT58.411-1.44 ( -2.41% )
RIFUSDT0.1037+0.0364 ( +54.09% )
SOLUSDT76.04-1.83 ( -2.35% )
XRPUSDT1.111-0.0261 ( -2.3% )
ZAMAUSDT0.05333+0.00905 ( +20.44% )
Powered by
News - Web3

​Peternak Brasil Tokenisasi Sapi, Berhasil Amankan Kredit Usaha Senilai $18.000

User
July 24, 2026 | 01:27 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 24, 2026 | 01:28 WIB
​Peternak Brasil Tokenisasi Sapi, Berhasil Amankan Kredit Usaha Senilai $18.000

Peternak di Paraná, Brasil, berhasil memanfaatkan teknologi tokenisasi Real-World Asset (RWA) untuk memperoleh fasilitas pinjaman sektor pertanian, sebagaimana dilaporkan oleh media agribisnis Globo Rural pada Kamis (23/7). ​Sebanyak 10 ekor sapi dari peternakan Engenho Velho di Imbituva dijadikan sebagai agunan untuk menerbitkan Nota Produk Pedesaan Finansial (CPR-F) senilai R$100.000 atau sekitar $18.000. Proses ini melibatkan BMP Sociedade de Crédito Direto sebagai penerbit instrumen dan fintech Target FIDC sebagai kreditur, dengan transaksi yang terdaftar secara resmi di bursa efek Brasil, B3.

​Menjadikan hewan ternak sebagai agunan sebenarnya bukan hal baru dalam dunia keuangan pertanian. Namun, Humberto Brenner selaku Direktur Target FIDC menegaskan bahwa yang membedakan transaksi ini adalah adanya pemantauan kondisi ternak secara terus menerus (continuous monitoring) serta pendaftaran resmi transaksi tersebut melalui instrumen CPR-F di bursa efek.

​Pemantauan real-time ini didukung oleh kalung bersensor kecerdasan buatan (AI) garapan startup Cowmed. Kalung tersebut melacak data biologis ternak, seperti kesehatan, perilaku, hingga ruminansi, yang dienkripsi menjadi identitas digital berbasis blockchain. Data ini menghilangkan ketidakpastian bank yang biasanya memotong nilai agunan hewan hingga lebih dari separuh karena minimnya informasi di lapangan.

​Dalam skema ini, peternak diwajibkan menjaga rasio jaminan minimal 1,2 dari nilai pembiayaan, namun tetap diberi fleksibilitas untuk menjual atau mengganti sapi selama rasio tersebut terpenuhi. CEO Cowmed, Thiago Martins, menyebut transaksi ini sebagai angin segar di tengah pengetatan kredit pertanian. Pihaknya menargetkan sekitar 20% dari 100.000 sapi yang mereka pantau (senilai R$400 juta) dapat dimanfaatkan sebagai agunan ter-tokenisasi dalam dua tahun ke depan.

Copiedbagikan