


​Riset terbaru dari Grayscale yang diterbitkan pada Sabtu (2/5) memprediksi migrasi besar-besaran pasar modal ke blockchain akan menjadi salah satu pergeseran infrastruktur finansial terbesar dalam sejarah sistem keuangan. Grayscale mengidentifikasi enam protokol utama yang akan menjadi fondasi migrasi ini, yakni Ethereum, Solana, Avalanche, Canton, BNB Chain, dan Chainlink. Keenam aset ini dinilai memiliki arsitektur yang mampu memproses pembentukan modal dan transfer risiko secara digital dengan lebih efisien.
​Saat ini, persaingan dipimpin oleh jaringan institusi seperti Canton yang mengelola aset sebesar $348 miliar. Namun, Grayscale melihat adanya potensi besar bagi jaringan publik seperti Ethereum dan Solana untuk mengambil alih dalam jangka panjang seiring matangnya teknologi privasi. Sementara itu, Avalanche (AVAX) dipuji sebagai solusi hybrid yang sukses menarik minat institusi besar seperti Citi dan Apollo Global lewat fleksibilitas teknologinya.
​Terlepas dari siapa yang akan mendominasi lapisan dasar, Grayscale menyebut Chainlink (LINK) sebagai pemain yang paling stabil karena perannya sebagai penyedia data lintas blockchain. Nilai ekonomi dari megatren ini diproyeksikan akan terus mengalir ke token-token asli dari protokol tersebut tersebut seiring meningkatnya permintaan ruang blok untuk aktivitas tokenisasi RWA yang tumbuh 217% secara tahunan.