


Pendiri Chainlink, Sergey Nazarov, memprediksi perubahan fundamental dalam industri kripto di mana valuasi RWA pada akhirnya akan melampaui total market cap mata uang kripto itu sendiri. Nazarov pada Selasa (10/2) menilai bahwa siklus market saat ini jauh lebih sehat dan matang dibandingkan siklus sebelumnya.
​Nazarov menekankan fenomena decoupling yang menarik, di mana migrasi aset RWA ke jaringan on-chain terus berakselerasi tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga Bitcoin. Ia mencatat pertumbuhan signifikan pada market perpetual on-chain untuk komoditas tradisional seperti perak, yang kini mulai menyaingi efisiensi market keuangan tradisional. Menurutnya, adopsi institusional kini didorong oleh kegunaan teknologi secara riil, seperti memungkinkan market beroperasi 24/7/365 dan meningkatnya transparansi data, alih-alih sekadar spekulasi harga aset kripto.
​Untuk memfasilitasi gelombang adopsi ini, Nazarov menegaskan peran sentral Chainlink dalam menyediakan infrastruktur data, konektivitas, dan orkestrasi. Dengan menguasai lebih dari 70% market share data DeFi, Chainlink kini fokus menyediakan standar global melalui Chainlink Runtime Environment (CRE) untuk mengoordinasikan transaksi kompleks lintas blockchain dan sistem off-chain. Nazarov meyakini bahwa infrastruktur inilah yang akan menjadi kunci utama migrasi sistem keuangan global ke on-chain, menjadikan RWA sebagai pendorong utama adopsi massal.