​Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengusulkan agenda pertemuan punca trilateral bersama Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk membahas pengakhiran perang di Ukraina. Berdasarkan laporan Wall Street Journal pada Senin (19/10), gagasan ini disampaikan Putin saat melakukan pembicaraan telepon dengan Trump pada 9 Oktober lalu.
​KTT geopolitik tersebut diwacanakan berlangsung di sela-sela KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Shenzhen, Tiongkok, pada 18–19 November mendatang. Pemerintah Tiongkok dilaporkan tidak berkeberatan menjadi tuan rumah dalam negosiasi tersebut selama pihak AS mengonfirmasi keikutsertaannya, sementara Trump hingga kini belum memberikan keputusan resmi.
​Langkah diplomasi Rusia mengemuka di tengah penyelesaian sejumlah isu ekonomi dengan AS, termasuk kesepakatan impor bahan bakar diesel dan penundaan sanksi oleh Kongres AS. Pasar menilai inisiatif ini sebagai strategi Rusia untuk merumuskan kesepakatan damai langsung bersama negara kekuatan utama dunia tanpa keterlibatan Uni Eropa dan Ukraina.
​Para pelaku pasar kini mencermati potensi hasil perundingan tersebut terhadap kestabilan aset berisiko dan pasar kripto. Kendati berpotensi menekan risiko geopolitik global, ketidakpastian sikap AS serta potensi respons negatif Uni Eropa membuat arus modal pasar kripto masih cenderung bertahan di posisi defensif.



