​Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Michael S. Selig, membeberkan rincian teknis terkait usulan regulasi baru Regulation Crypto Asset Transactions (Regulation CTX) dan Regulation Crypto Asset Markets (Regulation CAM) pada Senin, 5 Oktober 2026. Diumumkan melalui situs resmi CFTC, dua kerangka aturan ini dirancang khusus untuk menata transaksi serta bursa aset kripto retail di Amerika Serikat agar lebih aman bagi investor.
​Dalam aturan ini, platform bursa yang ingin menawarkan fitur leverage ke trader atau investor retail wajib memakai perantara resmi berizin (futures commission merchant). Selain itu, bursa juga diwajibkan memisahkan dana nasabah dari uang operasional perusahaan serta menyediakan bukti cadangan dana (proof of reserves) secara transparan.
​Untuk transaksi di blockchain, CFTC menegaskan bahwa pengiriman aset kripto ke wallet pribadi (non-custodial wallet) pengguna dalam waktu maksimal 28 hari sudah dianggap sebagai penyerahan barang secara sah (actual delivery). Di saat yang sama, CFTC juga mulai menyiapkan perlindungan hukum bagi para pengembang software yang sekadar merilis kode tanpa mengelola dana atau transaksi pengguna.
​Langkah ini makin kuat setelah CFTC dan SEC menyepakati taksonomi bersama yang mengategorikan aset kripto utama seperti BTC, ETH, SOL, XLM, XTZ, dan XRP sebagai komoditas digital (digital commodities). Klasifikasi ini mempertegas wewenang CFTC untuk mengawasi perdagangan derivatif dan leverage dari token-token tersebut.



