​Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menerbitkan pembaruan panduan FAQ pada Jumat (25/9) mengenai klasifikasi aset kripto. Regulasi ini menegaskan bahwa buyback token, upgrade jaringan, serta pemasaran fungsi aset tidak secara otomatis mengkategorikan token sebagai efek. SEC menjelaskan bahwa pemeliharaan sistem atau promosi fitur yang sudah berjalan tidak masuk dalam kategori usaha manajerial berdasarkan Howey test, selama tidak mengumbar janji keuntungan finansial kepada investor.
​Di sisi lain, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) memperbarui pedoman operasional bagi pialang berjangka dan lembaga kliring. CFTC mengizinkan lembaga keuangan terdaftar menginvestasikan dana nasabah ke aset tertokenisasi yang sah, sekaligus memanfaatkan blockchain untuk rekap data transaksi secara on-chain. Meski begitu, regulator menekankan bahwa catatan transaksi wajib tetap dapat diakses kapan saja, bahkan saat jaringan blockchain atau block explorer mengalami gangguan teknis.
​Pembaruan pedoman dari SEC dan CFTC ini melengkapi Interpretive Release yang diterbitkan sebelumnya untuk memperjelas peta regulasi kripto di AS. Langkah ini memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri dan pengembang Web3 setelah Clarity Act tertahan di Senat.



