


​LayerZero Labs resmi meluncurkan blockchain Layer 1 (L1) miliknya yang bernama Zero, dengan dukungan investasi strategis dari raksasa finansial Citadel Securities dan Ark Invest. CEO LayerZero Labs, Bryan Pellegrino, menyatakan bahwa teknologi ini dirancang untuk membawa seluruh ekonomi global ke dalam ekosistem on-chain melalui infrastruktur permisionless yang sangat skalabel. Selain dukungan pendanaan melalui akuisisi token ZRO, LayerZero juga berkolaborasi dengan Google Cloud untuk infrastruktur serta DTCC untuk meningkatkan keamanan dan interoperabilitas aset terdigitalisasi.
​Blockchain Zero memperkenalkan arsitektur heterogen yang diklaim mampu memproses hingga 2 juta transaksi per detik (TPS). Performa tersebut diklaim sekitar 100.000 kali lebih cepat dibandingkan Ethereum dan 500 kali lebih cepat daripada Solana. Berkat skalabilitas ekstrem ini, Intercontinental Exchange (ICE) selaku induk Bursa Efek New York (NYSE) turut mengeksplorasi potensi blockchain Zero untuk mendukung layanan perdagangan aset yang beroperasi selama 24 jam penuh. Kehadiran jaringan ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan kecepatan dan skala yang selama ini menghambat adopsi massal teknologi blockchain di sektor keuangan tradisional.