

.png)
.png)

Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat dan kini telah melewati level Rp17.600 per US$1 di pasar spot. Data Trading Economics menunjukkan USD/IDR sempat diperdagangkan di kisaran 17.604 hingga 17.611 pada perdagangan terbaru.
Pelemahan ini memperpanjang tren depresiasi rupiah dalam beberapa pekan terakhir, di tengah kuatnya dolar AS dan meningkatnya tekanan terhadap pasar emerging market.
Tekanan terhadap rupiah dipicu kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari ketidakpastian geopolitik, arus modal keluar, hingga kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan cadangan devisa Indonesia.
Data Trading Economics juga mencatat level USD/IDR saat ini telah melampaui rekor sebelumnya dan menjadi salah satu titik terlemah rupiah sepanjang sejarah.
Di sisi lain, pasar masih menantikan langkah lanjutan dari Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar, termasuk melalui intervensi pasar dan kebijakan pengelolaan likuiditas dolar.