

.png)
.png)

Nilai tukar rupiah kembali melemah dan mencapai level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat, mencatatkan posisi terendah sepanjang sejarah. Tekanan terhadap mata uang domestik ini terjadi di tengah penguatan dolar global serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi.
Pelemahan rupiah dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk arus modal keluar dari pasar negara berkembang serta sentimen negatif akibat dinamika geopolitik global.
Di dalam negeri, kondisi ini juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap stabilitas fiskal dan pasar keuangan, yang mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman.
Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar valuta asing serta kebijakan moneter untuk menjaga keseimbangan nilai tukar.
Sejumlah analis menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek, terutama jika faktor global seperti suku bunga dan kondisi likuiditas dolar tetap ketat.