Pemerintah Rusia melalui bank sentralnya mengonfirmasi rencana pelarangan total transaksi kripto langsung antar individu (peer-to-peer/P2P) mulai 1 Juli 2027. Berdasarkan rilis resminya pada Kamis (15/10), otoritas moneter mewajibkan seluruh perdagangan dipusatkan melalui lembaga keuangan resmi guna menekan aktivitas ilegal dan mencatat seluruh histori transaksi.
​Otoritas juga melarang pemindahan token dari akun digital terintegrasi ke wallet nonkustodian (self-custody) milik pribadi. Langkah ini menutup jalur penarikan dana independen agar seluruh kepemilikan aset kripto warga negara Rusia tetap berada di bawah pemantauan kustodian terdaftar.
​Sebagai gantinya, akses dibuka melalui perbankan domestik seperti Sberbank yang telah mengantongi izin exchange dan kustodian digital. Sberbank siap meluncurkan layanan perdagangan Bitcoin, Ethereum, dan USDT via aplikasi perbankannya pada 1 Desember. Pembelian investor ritel non-kualifikasi bakal dibatasi maksimal 300.000 rubel per tahun.
​Kebijakan ini menandai pergeseran arah strategi Rusia dari usulan larangan total pada 2022 menjadi pembentukan ekosistem teratur. Sberbank memproyeksikan volume perdagangan teregulasi ini dapat menembus 4 triliun rubel di tahun pertama. Meski demikian, penggunaan kripto sebagai alat pembayaran barang dan jasa di dalam negeri tetap dilarang.



