asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ALLOUSDT0.3658-0.0205 ( -5.31% )
BTCUSDT64,704.6+1950.4 ( +3.11% )
ETHUSDT1,874.11+86.69 ( +4.85% )
HEIUSDT0.1027-0.0038 ( -3.57% )
HYPEUSDT66.83+2.95 ( +4.62% )
IAGUSDT0.02189+0.00174 ( +8.64% )
SOLUSDT77.88+2.48 ( +3.29% )
TRXUSDT0.3264+0.001 ( +0.31% )
XRPUSDT1.1025+0.032 ( +2.99% )
Powered by
News

AS Bekukan Aset Kripto Iran Senilai Lebih dari $130 Juta

User
July 15, 2026 | 12:15 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 15, 2026 | 12:15 WIB
AS Bekukan Aset Kripto Iran Senilai Lebih dari $130 Juta

Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan bahwa Office of Foreign Assets Control (OFAC) telah menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah dompet aset digital yang dikaitkan dengan bank sentral Iran. Langkah tersebut membekukan aset kripto senilai lebih dari $130 juta.

Menurut Bessent, sanksi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah AS untuk membatasi akses Iran terhadap sistem keuangan internasional dan menghambat penggunaan aset digital dalam mendukung aktivitas yang menjadi target sanksi Washington.

OFAC secara rutin menggunakan sanksi terhadap alamat dompet kripto yang diduga terkait dengan individu, organisasi, maupun negara yang masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat. Setelah masuk daftar sanksi, perusahaan kripto dan lembaga keuangan yang berada di bawah yurisdiksi AS diwajibkan memblokir transaksi yang melibatkan alamat tersebut.

Langkah terbaru ini menandai semakin besarnya perhatian pemerintah AS terhadap penggunaan aset digital dalam aktivitas lintas negara. Seiring meningkatnya adopsi kripto, regulator juga memperluas pengawasan terhadap transaksi blockchain yang diduga digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi.

Sanksi terhadap dompet digital Iran juga muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara terlibat dalam eskalasi konflik yang turut memengaruhi pasar energi dan sentimen di pasar keuangan global.

Copiedbagikan