


Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) secara mendadak membatalkan agenda pertemuan terbuka yang semula dijadwalkan pada Jumat (14/8). Sesi voting yang mulanya disiapkan untuk memberi celah bagi startup kripto dalam menghimpun dana tanpa aturan sekuritas tradisional tersebut dibatalkan hanya beberapa jam setelah SEC menunda pembebasan aturan tokenized stock. Menurut laporan Reuters, pihak regulator berdalih adanya masalah penjadwalan yang tidak terduga sebagai alasan utama pembatalan tersebut.
​Langkah mendadak SEC yang memicu ketidakpastian industri ini langsung direspons oleh pemerintah pusat. Gedung Putih mengambil alih momentum dengan mengundang para pemimpin utama industri aset digital untuk menghadiri pertemuan khusus pada 19 Agustus 2026 mendatang. Diskusi tingkat tinggi tersebut difokuskan untuk membahas percepatan Rancangan Undang-Undang Digital Asset Market Clarity Act atau CLARITY Act.
​Agenda Gedung Putih tersebut dijadwalkan berlangsung hanya sehari sebelum Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi (CFTC) menggelar rapat pembahasan aturan kripto pada 20 Agustus 2026. Rangkaian koordinasi intensif di tingkat pemerintah ini mengindikasikan dorongan kuat agar kerangka regulasi pasar aset digital dapat disahkan oleh Senat pada pertengahan September 2026 mendatang.
​Penundaan langkah mandiri SEC serta pengambilalihan fokus oleh Gedung Putih memperlihatkan bahwa pembuat kebijakan AS kini cenderung menyelaraskan langkah lewat jalur legislasi Kongres. Para pelaku industri serta investor institusional kini mencermati hasil diskusi pekan depan sebagai penentu arah kepastian hukum aset digital di Amerika Serikat.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.