


SEC telah menerbitkan rancangan Rencana Strategis untuk tahun fiskal 2026-2030 pada 2 Juni 2026, yang menempatkan aset digital sebagai pusat dari pembaruan regulasi di bawah kepemimpinan Chairman Paul S. Atkins. Rencana tersebut bertujuan untuk mengembalikan SEC ke misi inti mereka, yaitu melindungi investor, menjaga pasar yang adil dan efisien, serta memfasilitasi pembentukan modal. Dokumen ini saat ini terbuka untuk masukan publik hingga 2 Juli 2026.
Poin utama dari rencana ini adalah komitmen untuk menciptakan fondasi regulasi yang lebih jelas bagi aset kripto dan teknologi blockchain guna memberikan kepastian hukum bagi inovator. SEC mengakui potensi teknologi blockchain untuk merevolusi infrastruktur keuangan AS melalui efisiensi dan transparansi yang lebih baik. Selain itu, rencana ini menargetkan penyelesaian tumpang tindih yurisdiksi antara SEC dan Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC) yang selama ini menjadi hambatan bagi industri kripto.
Dalam aspek penegakan hukum, SEC mengisyaratkan pergeseran dari pendekatan regulation-by-enforcement menuju fokus pada pencegahan penipuan dan manipulasi pasar. Keberhasilan penegakan hukum kedepannya akan diukur berdasarkan efek jera dan kejelasan pasar, bukan sekadar jumlah kasus atau denda. Selain itu, SEC berencana melakukan perombakan teknologi dengan memodernisasi sistem pengarsipan EDGAR serta mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengawasan dan efisiensi operasional internal lembaga.