Lembaga Kustodian Sentral Efek Korea (KSD) mengonfirmasi adopsi jaringan Avalanche untuk mendukung infrastruktur sekuritas tertokenisasi pada Selasa (13/10). Selain Avalanche, KSD juga menyiapkan Hyperledger Besu dan Fabric untuk memproses penerbitan, perdagangan, hingga settlement instrumen keuangan digital negara tersebut secara on-chain.
​Proyek strategis ini telah memasuki tahap pembangunan platform produksi yang digarap oleh Samsung SDS sebagai pemenang tender. Perusahaan teknologi tersebut bertugas mentransformasi sistem uji coba menjadi infrastruktur operasional berskala penuh yang siap memproses transaksi riil. Peluncuran resmi sistem ini dijadwalkan berlangsung pada Februari 2027, sejalan dengan tenggat waktu regulasi yang ditetapkan oleh otoritas jasa keuangan setempat.
​Roadmap regulasi FSC menunjukkan bahwa aturan revisi yang mengakui sekuritas tertokenisasi akan berlaku efektif pada 4 Februari 2027. Pada tahap awal peluncuran, infrastruktur KSD ini akan memprioritaskan penerbitan reksa dana pasar uang swasta, obligasi untuk investor institusional, serta sekuritas investasi terfragmentasi sebelum diperluas ke seluruh instrumen publik dan mekanisme pembayaran berbasis stablecoin.



