asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BRICUSDT0.0008263-0.00006 ( -6.79% )
BTCUSDT65,759.7-2274.38 ( -3.34% )
ETHUSDT1,881.31-96.02 ( -4.86% )
HYPEUSDT27.74-1.85 ( -6.25% )
MYXUSDT0.6872-0.2595 ( -27.41% )
PEPEUSDT0.00000403-0.00000007 ( -1.71% )
SLVONUSDT78.36+1.33 ( +1.72% )
SOLUSDT79.17-6.14 ( -7.2% )
XRPUSDT1.3713-0.0494 ( -3.48% )
Powered by
News

Smart Money Pangkas Posisi Short, Bitcoin Berpeluang Rebound ke $85.000

User
February 23, 2026 | 12:35 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
February 23, 2026 | 12:35 WIB
Smart Money Pangkas Posisi Short, Bitcoin Berpeluang Rebound ke $85.000

Harga Bitcoin berpotensi melanjutkan pemulihan menuju area $85.000 setelah pelaku pasar besar di kontrak berjangka CME memangkas posisi short mereka secara signifikan.

Data terbaru dari laporan Commitment of Traders yang dirilis Commodity Futures Trading Commission menunjukkan bahwa trader non komersial mengurangi posisi bersih mereka menjadi sekitar minus 1.600 kontrak dari sebelumnya sekitar plus 1.000 kontrak sebulan lalu. Perubahan ini mengindikasikan pergeseran dari dominasi posisi short ke kecenderungan long di kalangan spekulan besar seperti hedge fund.

Analis Tom McClellan menyebut pelepasan posisi short secara cepat ini sebagai tanda bahwa smart money menambah posisi long dengan urgensi tertentu. Pola serupa sebelumnya terjadi pada 2023 dan 2025. Pada 2025, pergeseran sentimen tersebut diikuti reli sekitar 70 persen, sementara pada 2023 harga Bitcoin melonjak lebih dari 190 persen dalam kondisi pasar berjangka yang sebanding.

Secara teknikal, Bitcoin saat ini bertahan di sekitar rata rata pergerakan eksponensial 200 minggu yang berada di kisaran $68.350. Level ini historisnya menjadi dasar pasar bearish dalam koreksi besar sejak 2015, 2018, dan 2020. Jika terjadi pantulan kuat dari area tersebut, target berikutnya berada di rata rata 100 minggu yang mendekati $85.000.

Namun, McClellan mengingatkan bahwa perubahan posisi smart money merupakan kondisi, bukan sinyal pasti pembalikan. Pada 2022, Bitcoin sempat turun lebih dari 40 persen setelah menembus rata rata 200 minggu meski indikator menunjukkan jenuh jual.

Jika skenario penurunan serupa terulang, harga Bitcoin berpotensi turun menuju area $40.000 hingga $50.000. Sejumlah analis, termasuk dari Kaiko, juga menilai level tersebut sejalan dengan kerangka siklus empat tahunan Bitcoin.

Copiedbagikan