Rekor baru kembali tercipta di jaringan Ethereum. Berdasarkan laporan kuartal IV 2026 yang dirilis Bitwise pada Selasa (20/10), jumlah token Ethereum yang dikunci untuk staking melonjak hingga 43,8 juta ETH pada akhir kuartal ketiga. Angka ini setara dengan 35,9% dari total seluruh ETH yang beredar di pasar, menandakan tren pertumbuhan staking yang terus berlanjut selama enam kuartal berturut-turut.
​Meski jumlah ETH yang di-stake makin membengkak, tingkat imbal hasil (staking yield) yang diterima pengguna justru menurun dari 2,81% menjadi 2,63%. Fenomena serupa juga terjadi pada jaringan Proof-of-Stake (PoS) lain seperti Solana. Penurunan imbal hasil di seluruh ekosistem ini dipicu oleh makin banyaknya pengguna yang ikut mengunci token serta turunnya biaya transaksi di jaringan.
​Di sisi lain, jumlah validator di jaringan Ethereum tampak menyusut drastis dari 1,1 juta menjadi 881.000. Bitwise menjelaskan bahwa penurunan ini bukan karena investor menarik modal mereka, melainkan akibat para pengelola node yang mulai menggabungkan (konsolidasi) validator mereka pasca-pembaruan upgrade Pectra. Langkah konsolidasi ini membuat operasional jaringan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi total jumlah ETH yang di-stake



