


​Standard Chartered Bank resmi mengeluarkan riset perdana untuk protokol lending borrowing DeFi, Morpho, dengan menetapkan target harga $60 pada akhir tahun 2030. Analis global digital assets, Geoff Kendrick, menyusun roadmap pertumbuhan yang dimulai dari $3,50 pada 2026 hingga mencapai target puncak dalam empat tahun ke depan. Proyeksi ini mengindikasikan potensi kenaikan hingga 2.787% dari harga saat ini, dengan asumsi bahwa MORPHO akan mengungguli kinerja Bitcoin dan Ethereum secara signifikan.
​Optimisme ini berpijak pada infrastruktur Morpho Vaults dan pasar lending borrowing yang diproyeksikan mampu berskala seiring dengan peningkatan aset DeFi hingga 37 kali lipat pada 2030. Sebagai protokol lending borrowing terbesar kedua setelah Aave, Morpho dinilai menarik bagi investor institusional berkat integrasi dengan penyedia kustodi ternama seperti Fireblocks, Anchorage, dan Taurus. Model arsitektur ini dianggap sebagai katalis utama dalam menjembatani modal keuangan tradisional ke ekosistem on-chain.
​Selain itu, analis menyoroti model bisnis Morpho yang saat ini masih beroperasi dengan take rate 0%. Berbeda dengan Aave atau Uniswap yang sudah menerapkan biaya protokol, Morpho menyalurkan seluruh pendapatan lending borrowing langsung kepada deposan melalui struktur vault. Strategi ini diyakini menjadi langkah kunci untuk mempercepat adopsi protokol di tengah meningkatnya kebutuhan institusi terhadap efisiensi hasil dan transparansi pengelolaan aset dalam ekosistem DeFi.