


​Developer blockchain SUI, Mysten Labs, resmi memperkenalkan prototype jaringan transaksi antarperusahaan (business-to-business atau B2B) bernama Tessera pada Senin (10/8). Inovasi ini dirancang khusus untuk memfasilitasi transaksi privat skala institusi menggunakan stablecoin, di mana nominal pembayaran disembunyikan tanpa mengorbankan akses pengawasan bagi regulator maupun auditor.
​Melalui prototype Tessera, riwayat pembayaran tetap mencatat identitas pengirim, penerima, serta stempel waktu secara transparan di jaringan blockchain. Namun, besaran angka nominal pembayaran dienkripsi agar tidak dapat diintip oleh publik maupun kompetitor. Langkah ini menjadi solusi atas keengganan pelaku industri menggunakan blockchain publik yang rentan memaparkan rahasia dagang, seperti strategi harga dari pemasok hingga arus kas internal perusahaan.
​Sistem privasi terukur pada Tessera mengkombinasikan enkripsi Twisted ElGamal, zero-knowledge proofs, serta teknologi kontrol akses Seal berbasis multi-party computation (MPC). Mekanisme ini memungkinkan pihak berwenang, seperti regulator keuangan atau lembaga pajak, mendapatkan hak akses sementara dan terbatas untuk memeriksa catatan transaksi tertentu apabila diperlukan dalam proses audit maupun penyelesaian sengketa.
​Kendati menawarkan fitur privasi tingkat tinggi, Tessera tetap menerapkan verifikasi Know Your Customer (KYC) ketat bagi setiap lembaga yang ingin bergabung. Peluncuran prototype ini makin mempertegas persaingan infrastruktur transaksi privat bagi institusi di pasar kripto, menyusul langkah serupa dari Circle lewat Arc Privacy dan pengembangan fitur transaksi rahasia di XRP Ledger.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.