


Visa, BlackRock, dan Coinbase secara resmi mengumumkan pembentukan Open Standard untuk meluncurkan stablecoin OpenUSD atau OUSD. Melansir laporan dari Bloomberg pada Selasa (30/6), inisiatif ini didukung oleh koalisi besar yang terdiri dari lebih dari 140 perusahaan keuangan dan teknologi, termasuk Stripe, Mastercard, BNY, Ripple, Google, Shopify, Bybit, OKX, dan Solana. Stablecoin ini dipatok ke dolar AS dan dirancang untuk memfasilitasi pembayaran serta penyelesaian transaksi global yang lebih efisien. Kehadiran kolaborasi raksasa ini menjadi sinyal kuat bahwa era pembayaran digital berbasis blockchain akan segera memasuki babak baru yang lebih mapan.
​Berbeda dengan model penerbitan stablecoin biasa yang dikendalikan oleh entitas tunggal, OUSD akan menggunakan model tata kelola konsorsium. Dalam struktur ini, para mitra dapat berpartisipasi dalam tata kelola dan berbagi pendapatan dari aset cadangan, yang terdiri dari kas dan surat utang negara jangka pendek, setelah dipotong biaya manajemen yang rendah. Proyek ini dipimpin oleh Zach Abrams, salah satu pendiri dan CEO Bridge (perusahaan milik Stripe), yang ditunjuk sebagai CEO pendiri Open Standard. Model berbagi pendapatan ini menjadi daya tarik utama yang mampu menarik minat banyak institusi besar untuk bergabung.
​Inisiatif ini hadir di tengah meningkatnya minat terhadap regulasi stablecoin di Amerika Serikat pasca dukungan dari Presiden Donald Trump. Meski pasar saat ini masih didominasi oleh pemain besar seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC), kehadiran OUSD dianggap sebagai langkah strategis bagi institusi besar untuk memiliki infrastruktur pembayaran yang lebih terbuka, transparan, dan dapat dioperasikan secara luas. Rencananya, OUSD akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026