


​Kepemilikan Bitcoin dan aset digital kini menjadi harta gono-gini yang paling sulit dibagi dalam proses perceraian di Rusia. Para ahli hukum mengungkapkan bahwa membuktikan kepemilikan dan menetapkan nilai aset merupakan tantangan besar bagi pengadilan. Meskipun hukum Rusia mengakui kripto sebagai properti bersama, sifat anonim pada wallet kripto sering kali membuat proses pembagiannya menemui jalan buntu.
​Masalah utama muncul ketika salah satu pasangan menyembunyikan kunci privat (private keys) atau memindahkan aset ke wallet lain secara diam-diam. Karena pengadilan tidak memiliki akses paksa terhadap data bursa internasional, banyak kasus tuntutan pembagian harta akhirnya ditolak karena kurangnya bukti. Kondisi ini memicu ketidakadilan bagi pasangan yang tidak memegang kendali atas wallet kripto tersebut.
​Menanggapi kerumitan ini, Parlemen Rusia tengah mengusulkan RUU yang menetapkan bahwa kripto yang dibeli selama pernikahan otomatis menjadi milik bersama. Sebaliknya, aset yang dimiliki sebelum menikah atau hasil hadiah tetap menjadi hak pribadi. Kebijakan ini diharapkan mempermudah pengadilan dalam menangani sengketa gono-gini di tengah meningkatnya popularitas Bitcoin di kalangan masyarakat Rusia.