


Pendiri Telegram, Pavel Durov, resmi mengumumkan peran baru Telegram sebagai validator terbesar di jaringan The Open Network (TON). Langkah strategis ini diklaim tidak hanya memperkuat desentralisasi, tetapi juga memicu kompetisi penguncian aset demi mengejar imbal hasil hingga 20%+ APR. Guna mempercepat adopsi, Telegram turut memangkas biaya transaksi hingga enam kali lipat demi mendukung efisiensi ribuan aplikasi terdesentralisasi di ekosistemnya.
​Perubahan struktur ini memicu reli masif pada sejumlah aset di jaringan TON dalam sepekan terakhir. Berdasarkan data market terkini pada Rabu (6/5) dinihari, token UTYA mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 274,2%, diikuti oleh Resistance Dog (REDO) yang melonjak 212,8%. Token populer DOGS juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan harga mencapai 90,1% dalam periode 7 hari terakhir.
​Aset utama jaringan, Toncoin (TON), turut menguat 39,1% seiring meningkatnya volume perdagangan harian yang menembus angka $472 juta. Kombinasi antara peningkatan keamanan validator dan efisiensi biaya transaksi menjadi pendorong utama hijaunya ekosistem TON secara keseluruhan. Integrasi yang semakin erat dengan Telegram mempertegas posisi TON sebagai salah satu jaringan blockchain paling aktif saat ini.