​Pasar kripto sempat dibuat waswas setelah wallet milik pemerintah Amerika Serikat terpantau memindahkan sekitar 17.733 BTC ke bursa Coinbase Prime pada awal Oktober 2026. Namun, lembaga riset K33 Research dalam laporan terbarunya yang dirilis pada (09/10) menegaskan bahwa pergerakan dana raksasa ini bukan sinyal aksi jual (sell-off), melainkan murni langkah pengaturan kustodian.
​Peneliti K33 menjelaskan bahwa mayoritas Bitcoin yang dipindahkan (termasuk 12.267 BTC dari kasus peretasan Bitfinex) dikirim ke Coinbase Prime karena bursa tersebut telah ditunjuk sebagai pengelola kustodian resmi untuk lembaga penegak hukum US Marshals Service sejak 2024. Selain itu, aset hasil sitaan kasus Bitfinex masih dalam proses klaim hukum untuk dikembalikan kepada para korban dalam bentuk BTC, bukan tunai.
​Meski begitu, K33 memberikan catatan bahwa ada sekitar 1.200 BTC terkait kasus FTX dan HashFlare yang berpotensi dijual. Pasalnya, skema ganti rugi untuk korban pada kedua kasus tersebut mewajibkan pembayaran berupa uang tunai. Secara keseluruhan, klarifikasi ini seharusnya mampu meredam kekhawatiran investor maupun trader akan ancaman supply shock bitcoin dari pemerintah AS dalam waktu dekat.



