asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT78,378.9+464.37 ( +0.6% )
BULLAUSDT0.0282+0.00709 ( +33.58% )
ETHUSDT2,309.89-3.84 ( -0.17% )
HYPEUSDT35.87+3.35 ( +10.3% )
PAXGUSDT4,937.36+215.91 ( +4.57% )
SLVONUSDT78.66+9.99 ( +14.54% )
SOLUSDT103.25+0.01 ( +0.01% )
XAUTUSDT4,915.0+217.49 ( +4.63% )
XRPUSDT1.6147-0.0136 ( -0.84% )
Powered by
News

Tertibkan Regulasi, SEC dan CFTC Resmi Kolaborasi Benahi Aturan Kripto

User
January 30, 2026 | 03:15 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
January 30, 2026 | 03:15 WIB
Tertibkan Regulasi, SEC dan CFTC Resmi Kolaborasi Benahi Aturan Kripto

​Dua regulator keuangan paling berpengaruh di Amerika Serikat, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) serta Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC), akhirnya sepakat untuk mengakhiri perselisihan yurisdiksi yang selama ini terjadi. Dalam sebuah pengumuman bersejarah pada Kamis (29/1), Ketua SEC Paul Atkins dan Ketua CFTC Michael Selig resmi meluncurkan kolaborasi bertajuk "Project Crypto". Langkah ini disebut Atkins sebagai upaya regulasi paling ambisius dalam satu generasi untuk mengurai benang kusut aturan aset digital yang sering kali tumpang tindih antar-lembaga.

​Pimpinan CFTC, Michael Selig, menegaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan utama untuk memangkas aturan ganda yang selama ini mencekik pelaku industri. Menurutnya, fragmentasi regulasi tidak hanya menciptakan kebingungan, tetapi juga memicu biaya ekonomi tinggi yang menghambat inovasi. "Fokus kami bukan untuk mengaburkan batasan hukum, melainkan menghilangkan duplikasi yang tidak memberikan nilai tambah bagi industri," ujar Selig.

Dengan bersatunya dua kekuatan regulator ini, Amerika Serikat berharap dapat menciptakan ekosistem kripto yang tahan banting. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum jangka panjang bagi investor, sekaligus menutup celah arbitrase regulasi yang selama ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Copiedbagikan