asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconfusionist iconACEUSDT0.2124-0.0211 ( -9.04% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,802.0+1369.78 ( +1.77% )
tether usd icondoge coin iconDOGEUSDT0.09008-0.00228 ( -2.47% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,479.61+28.31 ( +1.16% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.961-2.01 ( -2.48% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT99.79+5.27 ( +5.58% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.04794-0.01319 ( -21.58% )
tether usd icontether gold iconXAUTUSDT4,668.7+80.3 ( +1.75% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4836-0.0169 ( -1.13% )
Powered by
powered by triv
News - Altcoins

Tether Burn USDT Senilai Rp 40 Triliun di Ethereum, Terbesar Sejak Februari 2026

User
July 8, 2026 | 15:21 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
July 8, 2026 | 15:21 WIB
Tether Burn USDT Senilai Rp 40 Triliun di Ethereum, Terbesar Sejak Februari 2026

Tether kembali melakukan pembakaran (burn) stablecoin USDT dalam jumlah besar. Berdasarkan data CryptoQuant, penerbit stablecoin terbesar di dunia itu membakar sekitar US$2,5 miliar atau setara Rp40 triliun USDT di jaringan Ethereum pada 7 Juli 2026. Nilai tersebut menjadi aksi burn terbesar yang dilakukan Tether sejak Februari 2026.

Pembakaran tersebut terjadi di tengah menurunnya cadangan USDT di Binance pada jaringan Tron. Saldo USDT Binance di blockchain tersebut dilaporkan turun menjadi sekitar US$806 juta, level terendah sejak 29 Desember 2025 dan untuk pertama kalinya berada di bawah US$1 miliar dalam lebih dari enam bulan.

Meski terlihat seperti pengurangan pasokan, sejumlah analis menilai aksi burn tersebut bukan berarti Tether mengurangi total suplai USDT secara permanen. Langkah tersebut umumnya merupakan bagian dari manajemen treasury, di mana USDT dibakar pada satu blockchain untuk kemudian diterbitkan kembali (mint) di jaringan lain yang memiliki permintaan lebih tinggi atau biaya transaksi yang lebih efisien.

Selama ini Tether secara rutin melakukan proses rebalancing antar blockchain, termasuk antara Ethereum, Tron, dan jaringan lainnya. Strategi tersebut bertujuan memastikan distribusi likuiditas USDT tetap sesuai dengan kebutuhan pengguna dan aktivitas perdagangan di masing-masing ekosistem.

Pelaku pasar menilai aksi burn berskala besar seperti ini cenderung bersifat netral hingga positif bagi pasar kripto. Jika pembakaran di Ethereum diikuti dengan pencetakan USDT baru di blockchain lain, langkah tersebut dapat meningkatkan likuiditas di bursa maupun protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

The Fed Pertahankan Suku Bunga di 3,50% - 3,75%
Breaking News
July 30, 2026 | 01:05 WIB
Iran Luncurkan Rudal Balistik ke Pangkalan Militer AS di Yordania
News - Breaking News
July 29, 2026 | 05:44 WIB