asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
AIUSDT0.0262+0.009 ( +52.33% )
BTCUSDT75,475.7-850.27 ( -1.11% )
ETHUSDT2,229.47-71.11 ( -3.09% )
HYPEUSDT39.89-0.21 ( -0.52% )
LUMIAUSDT0.1813+0.0027 ( +1.51% )
NOMUSDT0.00302+0.00037 ( +13.96% )
ORCAUSDT1.629-0.033 ( -1.99% )
SOLUSDT82.16-1.83 ( -2.18% )
ZKJUSDT0.01687-0.01103 ( -39.53% )
Powered by
News

The Fed: Lonjakan Harga Energi Ciptakan Ketidakpastian Prospek Ekonomi

User
April 30, 2026 | 01:28 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
April 30, 2026 | 01:28 WIB
The Fed: Lonjakan Harga Energi Ciptakan Ketidakpastian Prospek Ekonomi

​Federal Reserve (Fed) resmi merilis detail kebijakan moneter yang menahan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75%. Dalam rilis tersebut, Fed secara resmi mengubah deskripsi inflasi menjadi "meningkat". Kondisi ini dipicu oleh lonjakan harga energi global akibat eskalasi di Timur Tengah yang menciptakan tingkat ketidakpastian tinggi terhadap stabilitas ekonomi ke depan.

​Rilis ini juga mengungkap perpecahan internal signifikan di tubuh FOMC dengan munculnya empat suara menentang (dissent). Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam 34 tahun terakhir. Stephen I. Miran memberikan suara untuk penurunan suku bunga, sementara tiga pejabat lainnya secara tegas menolak dimasukkannya narasi pelonggaran dalam pernyataan resmi kali ini.

​Secara teknis, Fed tetap mempertahankan bunga cadangan pada level 3,65% guna menjaga likuiditas di market sebagai antisipasi terhadap persistensi inflasi energi. Merespons narasi hawkish dan perpecahan internal Fed tersebut, harga Bitcoin terpantau langsung mengalami tekanan dan turun ke area $75.000.

Copiedbagikan