


​Platform agregator bursa terdesentralisasi (DEX), 1inch, meluncurkan Aqua Protocol di 13 jaringan blockchain kompatibel EVM, termasuk Ethereum, Base, BNB Chain, Arbitrum, hingga Robinhood Chain. Langkah ini diambil guna meningkatkan efisiensi liquidity provider (LP) setelah riset internal 1inch mengungkapkan bahwa 85% dari total likuiditas senilai $1,84 miliar di DEX utama pada semester pertama tidak dimanfaatkan secara optimal, memicu potensi kerugian pendapatan biaya (fee revenue) hingga $150 juta per tahun.
​Melalui Aqua Protocol, para LP dapat memanfaatkan satu saldo wallet untuk menjalankan beberapa strategi perdagangan sekaligus tanpa perlu membagi atau mengunci dana mereka ke dalam pool terpisah. Protokol self-custodial ini memungkinkan pengguna yang memiliki aset $100.000 di wallet untuk memasang posisi pesanan hingga senilai $300.000, dimana aset tersebut tetap aman berada di wallet pribadi dan hanya akan berpindah melalui transaksi atomik (atomic swap) saat eksekusi perdagangan terjadi.
​Guna menjaga keamanan ekosistem, Aqua Protocol membatasi transaksi hanya untuk pihak lawan terverifikasi secara on-chain serta melengkapi sistemnya dengan perlindungan dari serangan just-in-time (JIT) fee-sniping. Keandalan protokol ini juga telah diuji melalui audit oleh delapan firma keamanan independen, seperti OpenZeppelin, Hexens, Nethermind, dan Bailsec. Menyertai peluncuran ini, 1inch Foundation bersama DAO menggelar program insentif selama tiga bulan dengan total hadiah 100.000 token 1INCH dan 500.000 USDC.