asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.736+0.0252 ( +3.55% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT85,830.0-599.82 ( -0.69% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,714.23-9.1 ( -0.33% )
tether usd icongitcoin iconGTCUSDT0.18837+0.00985 ( +5.52% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT94.272+3.89 ( +4.3% )
tether usd iconiexec rlc iconRLCUSDT0.7462+0.3823 ( +105.06% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT120.91-0.46 ( -0.38% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.2147+0.0088 ( +0.73% )
tether usd iconworldcoin iconWLDUSDT0.5732-0.0073 ( -1.26% )
Powered by
powered by triv
News

Tolak Negosiasi dengan Trump, Iran Siap Tutup Selat Hormuz Hingga 2029

User
August 10, 2026 | 23:51 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 10, 2026 | 23:51 WIB
Tolak Negosiasi dengan Trump, Iran Siap Tutup Selat Hormuz Hingga 2029

Pemerintah Iran secara tegas menyatakan menolak segala bentuk kesepakatan baru dengan Donald Trump dan siap menutup Selat Hormuz hingga akhir masa jabatannya pada Januari 2029. Melansir laporan media setempat serta pernyataan Majid Shakeri, penasihat Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Iran memilih untuk menerapkan strategi kesabaran politik ketimbang terburu-buru mengambil langkah diplomasi.

​Shakeri menegaskan bahwa Trump tidak akan pernah mencapai kesepakatan dengan Iran. Pihaknya menilai jalan menuju kemenangan bukanlah lewat pertempuran terbuka maupun kesepakatan damai, melainkan mengelola kondisi "tidak perang dan tidak damai" (neither war nor peace). Dengan memanfaatkan strategi ambiguitas dan penolakan publik, Iran memilih untuk bertahan hingga periode pemerintahan Trump di Gedung Putih usai.

​Guna membuka kembali Selat Hormuz, Iran mengajukan deretan syarat berat yang dituangkan dalam dokumen tuntutan mutlak bagi AS. Syarat tersebut mencakup pembayaran ganti rugi perang sebesar $300 miliar, pencairan aset terblokir lebih dari $100 miliar, pencabutan seluruh sanksi ekonomi, penarikan penuh pasukan militer AS dari kawasan Timur Tengah, penghentian blokade laut, hingga penarikan biaya transit bagi setiap kapal yang melintas.

Jika benar dilaksanakan, ​penutupan salah satu jalur perdagangan minyak terpenting di dunia hingga tiga tahun ke depan ini diprediksi akan memicu guncangan hebat pada rantai pasokan energi global. Ketegangan geopolitik berkepanjangan ini tak hanya mengancam lonjakan harga minyak mentah secara signifikan, tetapi juga memicu ketidakpastian tinggi pada pasar finansial dan komoditas internasional.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB