asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT78,237.9-96.35 ( -0.12% )
BULLAUSDT0.0386+0.01749 ( +82.85% )
ETHUSDT2,291.43-22.91 ( -0.99% )
PAXGUSDT4,927.79+121.5 ( +2.53% )
PEPEUSDT0.00000423+0.00000002 ( +0.48% )
SLVONUSDT77.87+9.2 ( +13.39% )
SOLUSDT103.02-0.54 ( -0.52% )
XAUTUSDT4,895.9+120.81 ( +2.53% )
XRPUSDT1.605-0.047 ( -2.85% )
Powered by
News

Tom Lee Nilai Pelemahan Harga Ethereum Karena Investor Pindah ke Emas

User
February 3, 2026 | 17:30 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
February 3, 2026 | 17:30 WIB
Tom Lee Nilai Pelemahan Harga Ethereum Karena Investor Pindah ke Emas

Analis kripto ternama Tom Lee menyatakan bahwa penurunan harga Ethereum belakangan ini tidak mencerminkan pelemahan fundamental aset tersebut. Pendiri Fundstrat Global Advisors itu menilai kondisi pasar saat ini lebih dipengaruhi oleh proses deleveraging serta rotasi modal investor ke aset safe haven seperti emas dan perak.

Menurut Tom Lee, tekanan harga Ethereum terjadi karena pengurangan posisi leverage di pasar kripto, bukan karena menurunnya kualitas jaringan atau adopsi. Dalam situasi leverage yang lebih rendah, ia menilai tekanan jual justru menjadi lebih terbatas dibandingkan fase koreksi ekstrem pada siklus sebelumnya.

Laporan Cointelegraph mencatat bahwa meskipun harga ETH terkoreksi, aktivitas jaringan Ethereum tetap menunjukkan kekuatan. Berbeda dengan periode crypto winter pada 2018 dan 2022, transaksi on-chain dan jumlah dompet aktif kali ini tidak mengalami penurunan tajam, menandakan penggunaan jaringan masih berjalan solid.

Lee juga menyoroti bahwa arus modal saat ini banyak mengalir ke aset lindung nilai di tengah ketidakpastian makroekonomi global. Namun ia meyakini bahwa setelah fase deleveraging selesai dan minat risiko kembali meningkat, arus dana berpotensi kembali masuk ke aset kripto.

Ia menambahkan bahwa fundamental Ethereum, termasuk pertumbuhan adopsi dan aktivitas jaringan, berpotensi kembali menjadi pendorong utama harga ketika kondisi pasar mulai stabil. Pernyataan tersebut memicu respons beragam di komunitas kripto, dengan sebagian pelaku pasar melihat koreksi harga sebagai sentimen sementara dan peluang akumulasi.

Di sisi lain, pasar kripto secara keseluruhan masih bergerak volatil seiring reli harga emas yang terus mencetak rekor baru sebagai aset lindung nilai global.

Copiedbagikan