


Penggunaan aset kripto untuk pembelian properti mewah di Eropa kini menjadi tren baru yang berkembang pesat. Transaksi bernilai tinggi ini semakin marak terjadi, ditandai dengan pergeseran preferensi pembayaran yang signifikan menuju stablecoin berbasis Euro (EURC) demi efisiensi transaksi.
Fenomena ini didorong oleh upaya menekan biaya konversi mata uang yang tinggi di pasar lintas batas. Sebelumnya, stablecoin berbasis dolar (USDC) menjadi pilihan utama, namun kini para investor mulai beralih ke EURC mengingat sebagian besar transaksi di market real estate Eropa didenominasi dalam mata uang Euro.
Nikolai Denisenko, Co-founder platform keuangan digital Brighty, mengonfirmasi lonjakan aktivitas ini pada Minggu (11/1). "Selama setahun terakhir, ratusan individu berpenghasilan tinggi telah menggunakan aset kripto untuk membeli real estate di Eropa," ujarnya, mencatat lebih dari 100 transaksi dengan nilai berkisar 500.000 hingga 2,5 juta dolar AS telah rampung.
Data menunjukkan bahwa pembelian ini terpusat di market utama seperti Inggris, Prancis, Malta, Siprus, dan Andorra. Mayoritas kesepakatan menyasar segmen properti mewah tradisional, membuktikan bahwa adopsi aset digital kini telah menembus sektor riil bernilai tinggi di Eropa.