


Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Republik Islam Iran. Keputusan ini diklaim Trump mendadak diambil setelah Iran bersama beberapa negara Timur Tengah mengajukan permohonan penundaan guna menyepakati kerangka kerja (perimeters of a deal) perjanjian baru di kawasan tersebut.
Dalam pernyataan resminya melalui akun Truth Social pada Minggu (2/8), Trump mengungkapkan bahwa poin utama dalam kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz secara menyeluruh dan berkesinambungan. Selain itu, kesepakatan ini juga mewajibkan penghentian total terhadap potensi ancaman nuklir Iran demi kelangsungan stabilitas global.
Trump menegaskan bahwa kesiapan militer AS yang sebelumnya berada dalam status siaga tinggi ditangguhkan demi memberi ruang bagi percepatan negosiasi formal. Langkah de-eskalasi ini disebut dilakukan untuk kepentingan jangka panjang dunia serta keberlangsungan ekonomi Iran, dengan komitmen Israel yang turut bergabung mendukung langkah diplomasi tersebut.
Pernyataan pembatalan aksi militer dan potensi dibukanya kembali Selat Hormuz ini diproyeksikan memberikan jeda lega bagi pasar keuangan global. Isyarat penurunan tensi geopolitik di jalur distribusi energi terpenting dunia tersebut diperkirakan dapat meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mentah sekaligus menekan volatilitas harga komoditas dalam jangka pendek.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.